Deskripsi

Termasuk
  • Akomodasi hotel dan makan sesuai program
  • Air mineral
  • Pemandu lokal dan transportasi
Tidak termasuk
  • Tidak termasuk pengeluaran pribadi (laundry, minibar, dll), tip pemandu serta supir
  • Tiker pesawat/ kereta dll
  • Pengeluaran diluar program

Jadwal

Hari

Tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, peserta akan dijemput langsung menuju anjungan pantai losari, masjid apung, menunggu sunset sambil menikmati jajanan, pisang epe. Makan malam lokal resto, in hotel, istirahat

Makan pagi di Hotel, tur untuk mengunjungi Istana Kerajaan Kerajaan Gowa Balla Lompoa Istana ini dibangun pada tahun 1936, dengan gaya tradisional diatas panggung, dengan langkah-langkah yang mengesankan menuju ruang resepsi yang besar. Sekarang istana ini difungsikan sebagai museum, disini peserta bisa melihat warisan Kerajaan Gowa, kemudian melanjutkan tur ke Kompleks Makam Sultan Hasanuddin, dan masjid tertua di Sulawesi Selatan menyebutnya "Masjid Katangka", masjid ini dibangun oleh Raja Gowa XIV bernama Imangngerangi Daeng Manrabia Alauddin (Sultan Alauddin) raja pertama Gowa yang memeluk Islam. Ini adalah masjid pertama di Sulawesi Selatan, dibangun pada tahun 1603 dan menyerupai arsitektur Masjid Demak. Kemudian makan siang di restoran setempat. Setelah makan siang dilanjutkan tur untuk mengunjungi Benteng Somba Opu, benteng ini juga dibangun oleh Kerajaan Gowa dan hancur oleh Belanda dan sekarang tempat ini menjadi miniatur Sulawesi Selatan dimana Anda bisa melihat rumah tradisional dari 3 kelompok etnis orang-orang yang tinggal di Provinsi Sulawesi Selatan (orang Bugis, Makassar, dan Torajan) . Setelah itu mengunjungi Jalan Somba Opu yang terkenal sebagai kawasan cinderamata dan pusat perbelanjaan kerajinan tangan. Setelah berbelanja, kembali ke hotel, makan malam di restoran setempat.

Makan pagi di Hotel, check out lalu tur untuk mengunjungi Pelabuhan Makassar Paotere, merupakan rumah bagi Pinisi Boatian Bugis-Makassarian yang terkenal di dunia. Disini juga peserta bisa melihat pasar perikanan dan kehidupan sehari-hari di Makassar. Nelayan di sekitar pelabuhan setelah itu lanjutkan kami untuk mengunjungi Benteng Rotterdam yang dibangun sekitar tahun 1545 dibawah Raja Tunipallangga dari Gowa. Benteng ini berisi Museum La-Galigo dimana Anda dapat menemukan pameran seperti model benteng, display etnografis, alat musik dan lambang dan rekonstruksi situs arkeologi. Saat ini terkenal sebagai pusat kebudayaan. Kemudian makan siang di restoran setempat. Setelah makan siang langsung diantar ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar
untuk penerbangan kembali ke rumah atau destinasi lain.

Availability